Scroll to Top
Uncategorized

Tinggal di Rumah Reot, Pasutri di Desa Woro Ini Butuh Bantuan Pemerintah

By / Published on Monday, 07 Dec 2020 15:42 PM / No Comments / 555 views

BIMA, NTB- Pasangan suami istri (Pasutri), Ahmad M Saleh (49) dan Halimah (46), warga Dusun Satu, RT 02 RW 01, Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, terpaksa tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sudah reot. Selain kondisi dinding yang sudah rapuh dimakan rayap, lantai rumah panggung itu juga ada yang jebol. Bahkan atap sebagai pelindung dari matahari dan hujan pun juga ada yang bocor.

Saat ditemui Media ini di rumahnya, Senin (7/12) pagi tadi, Ahmad mengaku hampir 30 tahun lamanya ia bersama empat orang anak serta sang istri masih rela tinggal di rumahnya yang nyaris roboh. Bukan tanpa alasan, kebutuhan hidup serta keterbatasan ekonomi menjadi alasan rumah reot itu tak mampu diperbaiki.

“Kami di sini sudah tinggal 30 tahun. Hingga saat ini kami belum mampu memperbaiki rumah kami yang hampir roboh ini. Karena kekuarngan biaya dan kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Ahmad.

Sejak pertama kali ditempati, rumah dengan ukuran 4×6 meter itu tidak pernah direnovasi. Ahmad ingin memperbaiki rumhanya, namun apa daya, penghasilanya sebagai buruh tani hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Sementara sang istri hanya seorang ibu rumah tangga saja.

Ahmad berharap Pemerintah dapat memberikan bantuan untuk renovasi rumahnya. Agar rumah yang ia tempati bersama istri serta empat orang anak itu dapat menjadi tempat yang layak untuk dihuni. Seperti halnya warga miskin lain yang sudah tersentuh bantuan Pemerintah.

“Saya berharapa agar Pemerintah dapat memberikan bantuan untuk kami. Seperti waga miskin lainnya yang sudah dibantu pemerintah,” harap Ahmad.

Sementara itu, Kepala Desa Woro, Abdul Farid Ismail SH yang dikonfirmasi wartawan mengaku akan berupaya membatu warganya tersebut. Namun hal itu belum bisa ia lakukan sekarang mengingat dirinya menjabat belum genap satu tahun. Tetapi akan diusahan di tahun 2021. Selain itu juga dirinya berharap ada upaya Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi untuk membantu warganya itu.

“Memang warga saya yang bernama Ahmad itu sangat layak untuk dibantu. Kemarin saya sudah berkunjung ke rumahnya. Memang keadaan rumahnya sangat memprihatinkan. Jadi perlu untuk dibantu. Kami Pemerintah Desa akan berusaha di tahun 2021. Belum bisa untuk membantunya sekarang. Mengingat saya hanya baru menjabat sebagai Kepala Desa,” ungkap Kades di ruangannya, Senin (7/12). (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *