Scroll to Top
Uncategorized

Aksi Lanjutan, Polda NTB Didesak Usut Tuntas Kasus Korupsi GOR Bima

By / Published on Wednesday, 18 Nov 2020 13:21 PM / No Comments / 218 views

BIMA, NTB- Kesatuan Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) NTB dan Aliansi Pemuda Madapangga (APM) kembali turun ke jalan. Aksi demo yang dilakukan Rabu (18/11) pagi ini merupakan yang ke dua kalinya. Mereka mendesak Polda NTB agar segera tetapkan tersangka kasus dugaan korupsi GOR Bima Rp11 milyar.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, kasus tersebut sudah masuk tahapan pemeriksaan saksi-saksi. Sejumlah nama yang terlibat sudah dipanggil dan diperiksa. Diantaranya Kabid Dikbudpora sebagai PPK, dan sejumlah nama lain. Namun penyidikan dihentikan lantaran pihak PPK proyek meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Kami desak Polda NTB agar segera melanjutkan penyidikan kasus GOR Bima senilai Rp11 milyar. Dan segera tetapkan tersangka. Kalau kasus Korupsi GOR Bima yang merugikan uang Negara senilai milyaran rupiah itu dihentikan, lalu kenapa dengan kasusus ringan yang menjerat aktifis diproses hukum. Seperti kasusnya Rizal Patikawan yang ditahan hanya gegara mengkritisi tingkah laku ketua DPRD Bima. Inikan tidak adil,” ujar Korlap Aksi, Rizki AR.

Mereka juga menilai kinerja Polda NTB sangat menciderai nilai demokrasi yang ada. Pasalnya, aktifis yang hanya mengkritisi wakil rakyatnya justru ditindak hukum. Padahal undang-undang nomor 9 tahun 1998 telah mengatur tentang kebebasan berpendapat. Ini menandakan, bahwa hukum tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah.

“Ada dugaan konspirasi busuk dibalik kasus-kasus yang ditangani Polda NTB. Dan kami curiga ada yang sengaja membekingi kasus tersebut,” tegasnya.

Orator lain, Fan Mahayus juga menambahkan. Kasus GOR Bima harus segera diusut tuntas dan di P21. Dari sejumlah nama yang masuk sebagai saksi itu harus segera ditetapkan sebagi tersangka. Karena tidak ada lagi alasan bagi penyidik Polda untuk tidak melanjutkan penyidikan kasus tersebut.

“Segera tetapkan tersangka, karena sejumlah nama sudah diperiksa dan diambil keterangannya. Dan kami desa Polda NTB segera P21 kan kasus tersebut. Jangan dibuat mandek,” cetusnya.

Aksi yang dimulai pada pukul 10.00 wita ini sempat memanas. Massa aksi yang melakukan penghadangan jalan saling pukul dengan pengguna jalan lain. Namun cepat diredam setelah dilerai oleh pihak Kepolisian.

Meski demikian, aksi yang juga memacetkan jalan raya Bima-Sumbawa ini selesai dengan tertib. Massa juga mengancam akan lanjutkan aksi sampai kasus GIR Bima dilanjutkan menangannya.

Adapun tutuntutan yang disampaikan oleh massa aksi tersebut, diantaranya:

  1. Mendesak pihak penegak hukum, dalam hal ini Polda NTB dan Kejati NTB untuk
    segera melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi GOR Bima yang sempat
    dihentikan dengan alasan PKK meninggal dunia.
  2. Meminta Polda segera panggil seluruh jajaran DIKBUDPORA Bima yang terlibat dalam pembangunan GOR Bima.
  3. Mendesak Polda NTB agar segera menetapkan para tersangka lain
    yang terlibat dalam dugaan korupsi anggaran pembagunan GOR Bima.
  4. Mendesak Pihak Pengadilan Negeri Kota Bima untuk segera membebaskan
    Syamsulrizal alias Rizal Patikawat yang dilaporkan terkait dugaan pencemaran nama
    baik Ketua DPRD Bima yang terkesan dipaksakan.
  5. Mendesak Polda NTB untuk tidak memaksa melanjutkan kasus Syamsulrizal yang dinilai tendesius terhadap pelapor. Apalagi kasus Syamsulrizal yang dijerat dengan pasal karet itu sempat ditolak 2 kali oleh Kejari NTB karna tidak memenuhi unsur
  6. Mendesak Kapolres Kota Bima untuk segera membebaskan Syamsulrizal. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *