Scroll to Top

Jalan Tepal – Batu Rotok Akan Diperbaiki, Dinas PU Gelar Konsultasi Publik

By saptoto / Published on Sabtu, 26 Sep 2020 09:14 AM / No Comments / 332 views
Acara konsultasi publik yang digelar Dinas PUPR Provinsi NTB di Desa Tepal terkait rencana pekerjaan perbaikan ruas jalan Batu Dulang – Tepal, Tepal – Batu Rotok

Mencapai Syurga itu memang tidak mudah. Perlu kesabaran dan perjuangan yang keras untuk melewati tantangan dan rintangan.


Desa Tepal (dan sekitarnya) Kecamatan Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa adalah serpihan syurga yang tercecer ke dunia. Desa yang indah, kaya raya dengan sejuta potensi. Tidak heran jika Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah menaruh perhatian khusus pada desa ini (dan sekitarnya).


Desa ini terletak di atas ketinggian 900 meter dari permukaan laut (dpl). Dikelilingi hutan belantara nan tak bertepi. Jarak tempuh dari Sumbawa Besar sekitar 4-5 jam bahkan lebih. Ini jika menggunakan roda empat. 1-2 jam menggunakan roda dua. Jika melalui rute Batu Dulang – Punik. Tetapi bisa menjadi sangat lama jika melalui rute Lendang Guar – Orong Telu.
Kekayaan alam utama Desa Tepal adalah hasil perkebunan seperti Kopi, Apukat, kemiri dan lain-lain.


Desa terdekat dengan langit ini juga telah melahirkan ulama besar yang nyaris dilupakan sejarah, Dea Guru Zainuddin As Sumbawi. Ulama besar Nusantara imam besar Masjidil Haram yang merupakan guru besar bagi ulama-ulama Asia Tenggara.


Awal Minggu ini saya menemani Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi NTB Ir H Syarifudin. Kedatangannya ke Desa Tepal untuk menggelar konsultasi publik menyusul akan dilakukannya perbaikan ruas jalan Batu Dulang – Tepal dan Tepal – Batu Rotok.


Sekalipun lahir dan besar di Sumbawa, andai bukan karena tugas dan perintah atasan, Syarifudin tidak pernah berpikir akan menginjakkan kaki di negeri atas awan ini.
“Kami ini prajurit. Hanya ada satu kata Siap,” ujarnya.


Jalan berbatu, batu berjalan harus dilalui. Tanjakan dan turunan ekstrim tidak bisa dihindari. Sementara di sisi jalan, jurang menganga sudah menunggu.


Sangat mengerikan. Sungguh perjalanan yang membutuhkan keberanian dan nyali yang besar. Tidak ada ruas jalan yang lebih mengerikan dari ruas jalan menuju Tepal. Lebih-lebih lagi pada ruas tepal batu rotok.


Ruas Jalan Bima dan Dompu tidak ada apa-apanya. Bahkan ruas jalan Lampe – Sambori atau Rupe – Kalodu, atau Nanga Tumpu pada tahun 1980-an juga tidak ada apa-apanya.
Tetapi perjalanan membelah hutan belantara menjadi satu kerinduan. Udara sejuk berhembus dari celah pepohonan purba yang menjulang ke langit.


Kendaraan merambat super pelan..!


Memasuki Dusun Pusu (dusun pertama dari empat dusun di Desa Tepal) kami disambut hamparan pohon-pohon kopi yang sedang berbunga, juga jejeran bunga Gamal berwarna pink.


Kondisi ruas jalan yang bagai “neraka” itu membuat keindahan dan kekayaan alam Desa Tepal ( Kecamatan Batu Lanteh umumnya) tidak berarti apa-apa. Orang-orang pasti berpikir ribuan kali. Ogah untuk melancong ke kawasan ini.

Untuk mengangkut kekayaan alam ke pusat pasar di Kota Sumbawa warga harus merogoh kocek Rp 1000 per kilogram. Demikian juga sebaliknya ketika harus mengangkut barang dari kota. Tidak heran jika harga bensin di desa ini harga bensin bisa lebih dari Rp 10.000.


Kepala Desa Tepal Ali Amrullah bersama masyarakat mengaku sangat bersyukur. Baru rencana perbaikan saja sudah membuat mereka sangat gembira. Puluhan tahun mereka meminta perbaikan jalan, baru tahun ini akan terealisasi.


Warga juga sadar dana Rp 9,8 miliar yang digelontorkan pemerintah Provinsi NTB tidak bisa menuntaskan ruas jalan tersebut. Tetapi paling tidak resiko pada titik-titik ekstrim bisa diturunkan.


H Syarif secara terbuka mengatakan, tidak seluruhnya dua ruas jalan itu diperbaiki. Tapi untuk tahap awal ini dilakukan perbaikan secara sporadis. Hanya beberapa titik-titik ekstrim dan titik-titik terparah.

“Ada yang harus kita kepras dan ada juga yang harus diaspal. Atau mungkin hanya perkerasan biasa,” ujarnya.


Dikatakanya, kehadiran Dinas PUPR Provinsi NTB adalah untuk berdiskusi dengan masyarakat. Mencari masukan, karena mungkin saja dalam perencanaan yang disusun Dinas PUPR ada yang harus diubah.


Proses konsultasi publik yang dihadiri tokoh-tokoh masyarakat itu berjalan lancar. Hanya saja warga berharap agar pihak pelaksana pekerjaan melibatkan potensi-potensi warga yang ada.


“Kondisi perekonomian kami saat ini sangat sulit. Kalau ada yang bisa dikerjakan oleh warga, berikan pekerjaan itu ke warga. Itu harapan kami,” ujar Ali Amrullah.

Warga juga berharap setelah pekerjaan ini nantinya pemerintah mau menganggarkan perbaikan jalan setiap tahun. Tidak perlu besar yang penting setiap tahun ada. Apalagi dilakukan secara keroyokan oleh Pemprov dan Pemkab Sumbawa.

Bahkan H Syarif berharap agar pemerintah pusat juga menaruh perhatian mengingat potensi alam Kecamatan Batulanteh yang sangat besar. (uba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *