Scroll to Top

HBY Ingin Memastikan Jalan Panjang Menuju Dompu Sejahtera Tetap Terjaga

By admin / Published on Minggu, 02 Agu 2020 04:02 AM / No Comments / 296 views
Hj Eriaryani (tengah, berkalung ID Card) sosok yang bersahaja

Sepuluh tahun terakhir nama kabupaten Dompu mendadak menjadi sangat terkenal. Kabupaten pemilik sisi Selatan Gunung Tambora ini meraih berbagai kemajuan. Melampaui kabupaten lain di NTB. Dari sisi PDRB di bawah Kabupaten Sumbawa Barat.


Dari tingkat angka kemiskinan nomor dua terendah di bawah Kota Bima. Dari tingkat daya beli masyarakat nomor dua juga di bawah Kota Mataram.


Tidak bisa dibantah, tangan dingin H Bambang M Yasin (HBY) berperan dalam semua pencapaian itu. Program Sapi-Jagung-Rumput Laut alias “PIJAR” Gubernur TGB yang dimodifikasi menjadi Tebu Rakyat-Sapi-Jagung dan Rumput Laut “TERPIJAR” oleh HBY menghadirkan kesejahteraan bagi warga Dompu.


Terlepas dari berbagai kekurangan TERPIJAR, pengembangan jagung yang difokuskan HBY membuat Kabupaten Dompu melompat jauh ke depan. Berbagai prestasi dan penghargaan pun diraih.


Dari segi budidaya dan produksi, Kabupaten Dompu sudah berhasil mengubah peta jagung nasional. Kabupaten Dompu menjadi pemasok jagung terbesar di tanah air. HBY pun dipanggil dengan profesor jagung di pertemuan-pertemuan nasional.


Tahun 2020, HBY diujung pengabdian. Undang-undang yang mengharuskan HBY melepas posisi sebagai orang nomor satu di Kabupaten Dompu. Meski sebagian besar rakyat masih menginginkan sosok yang merakyat ini untuk memimpin Bumi Nggahi Rawi Pahu.


Sementara HBY sendiri mengaku masih banyak hal yang belum dilakukan untuk tanah kelahirannya itu. Tanah yang sudah menyatukan dirinya dengan Hj Eriaryani, gadis kelahiran Dompu 29 September 1965.


HBY terus memutar otak untuk meningkatkan nilai tambah produk jagung yang melimpah. Petani jagung Dompu akan lebih sejahtera lagi jika jagung dijual dalam bentuk olahan.
“Kita harus memikirkan industrialisasi untuk produk jagung. Tidak hanya bijinya tetapi yang lain juga. Daun, batang dan tongkol,” ujarnya.


HBY pernah mengihtiarkan hadirnya pembangkit listrik dengan bahan bakar tongkol jagung. Tapi upaya ini terbentur berbagai aturan sehingga investor tidak melanjutkan keinginan itu. Tapi keinginan itu tetap terjaga di hati dan pikiran HBY. Dan saat ini aturan bisnis listrik banyak berubah.


“Bisa jadi listrik bahan bakar tongkol jagung akan kita bicarakan kembali. Tapi waktu saya hampir selesai,” ujarnya.
Demikian juga dengan industrialisasi dan diversifikasi produk jagung pasca panen. “Kita ingin hadirkan pabrik pakan di Dompu. Pabrik tepung maizena dan mendorong industri rumahtangga serta lain-lain,” tambahnya.


Tapi sekali lagi, waktu yang membatasi semua keinginan itu. Kenapa terlambat? Toh HBY sudah memimpin sepuluh tahun.
Menurut HBY, tidak terlambat. Semua keinginan itu sedang berproses. Investor harus memastikan dulu jumlah produk dan berbagai aturan.


Produk jagung yang ada saat ini masih banyak yang terserap keluar. Bahkan masih kurang jika melihat permintaan yang terus bertambah. Jika ada pabrik pakan yang masuk, maka suplay keluar akan banyak berkurang. Sementara bangunan-bangunan silo yang ada sekarang untuk melayani permintaan pasar di luar. “Investor pabrik pakan skala besar belum berani masuk,” jelasnya.


Ditambah lagi dengan infrastruktur utama lainnya seperti pelabuhan yang belum memadai.


Dompu kata HBY sudah lama mengupayakan hadirnya pelabuhan besar. Karena hadirnya pelabuhan besar akan meningkat lalulintas barang dan juga efektifitas ekonomi. “Alhamdulillah sudah mulai ada. Sekarang on progres di Kilo,” tambahnya.


Semua upaya ini kata HBY tidak boleh putus. Jika Dompu ingin terus berlari dan melompat. Kekurangannya terus dipelajari dan diperbaiki. Karena itu harus ada orang yang ikhlas untuk mau melanjutkan semua perjuangan yang sudah dirintis tersebut.


Dan HBY paham sekali. Setiap penguasa ingin berbeda dari yang sebelumnya. “Bisa jadi apa yang telah ada dan sudah bagus sekarang ini diabaikan oleh pemimpin terpilih,” katanya.

Kalau ini terjadi maka investasi material dan sosial selama ini akan sia-sia. Dan warga Dompu bisa saja terpuruk kembali.
HBY tidak ingin semua itu terjadi.


Karena itu menjelang Pilkada 2020 dia aktif juga mencari, mendorong dan mendukung calon Bupati Dompu yang ikhlas melanjutkan perjuangannya bersama masyarakat selama ini.


Siapa…?


Pilihan HBY jatuh pada istrinya Hj Eriaryani dan H Ikhtiar.


Kenapa istri?


“Kenapa. Kan tidak ada aturan yang melarang?,” timpalnya.


Tidak elok lah?


“Kenapa tidak elok. Toh nanti rakyat yang memilih. Rakyat yang memutuskan. Mau dengan istri saya atau mau dengan orang lain. Saya hanya ingin memastikan keberlanjutan perjuangan mengangkat harkat dan martabat Dou Dompu (orang Dompu, red),” tegasnya.


HBY kembali menegaskan kenapa Hj Eriaryani yang jadi pilihannya.


Kata dia, bukan soal dinasti, keluarga atau istri. Tetapi sekali lagi, HBY ingin memastikan jalan panjang menuju Dompu yang sejahtera tetap terjaga.

Namun demikian, dia sangat paham dengan posisinya sebagai Bupati saat ini. Meski mendukung istri, tidak akan memanfaatkan jabatan yang melekat pada dirinya untuk memberikan keuntungan politik bagi istrinya.

“Kita taati aturan yang ada dan kita ikuti proses politik sesuai regulasi,” tandasnya. (saptoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *