Scroll to Top

Kelor, Emas Hijau dari Dataran Kilo

By saptoto / Published on Minggu, 21 Jun 2020 22:59 PM / No Comments / 6286 views


TEH Kelor MORIKAI, kini makin besar. Pasarnya kian mendunia. Penyediaan bahan baku terus digencarkan Tri Utami Jaya, selaku produsen Teh kelor KIDOM MORIKAI dan lainnya.


“Insya Allah, kita tidak mengalami kesulitan untuk bahan bakunya,” kata Dirut Tri Utami Jaya Nasrin H. Muhtar, MM seperti dikutip dari Lakeynews.com.


Menjaga dan mempertahankan stabilitas ketersediaan bahan baku (daun kelor), Tri Utami Jaya melakukan budidaya kelor di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.


Dalam upaya ini, pihak perusahaan bermitra dengan Ikraman, warga Desa Kramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.


“Bapak Ikraman menyediakan lahan. Sedangkan seluruh biaya, mulai pembersihan lahan, pemagaran dan biaya-biaya yang timbul ditanggung perusahaan Teh KIDOM,” jelas Nasrin.


Ikraman menyediakan lahan lebih kurang 2 hektare (Ha) di So Nanga Made Jara, Desa Kramat. Pada 2,5 bulan lalu di lokasi tersebut dilakukan penanaman puluhan ribu pohon.

“Yang tumbuh lebih kurang 50 ribu pohon kelor,” papar Paduka, salah satu nama panggilan Nasrin.


“Dari 50 ribu pohon itu, bila diasumsikan setiap pohon menghasilkan sekitar 500 gram kali 50 ribu, maka hasilnya lebih kurang 25 ribu kilogram (Kg),” sambung Nasrin.


Senin (15/6) lalu, dilakukan panen perdana kelor yang ditanam di So Nanga Made Jara tersebut.


Hadir dalam panen raya tersebut, Camat Kilo H. Iswan H. Yakub, Kepala Desa Kramat Usman M. Ali, sejumlah aparatur kecamatan dan desa.
Nasrin memastikan, perusahaan menjamin dan membeli seluruh hasil panen dengan harga 2.000 per Kg daun basah. Sedangkan daun kelor kering dibeli dengan harga 15.000 per Kg.
“Tempat penjualan (pembelian) langsung di Kecamatan Kilo, dengan sistem bayar kontan,” kata Dirut Teh KIDOM itu yang juga kerap disapa Doktor Jamu.


Pada momentum panen perdana daun kelor tersebut, Camat Kilo H. Iswan memberikan apresiasi atas berlangsungnya kemitraan Tri Utami Jaya dengan warga atas nama Ikraman.
Menurutnya, tanaman kelor mudah tumbuh, tidak membutuhkan pupuk dan pestisida. “Sekali tanam untuk seumur hidup,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Bukan itu saja, tanaman kelor dipandang melestarikan hutan, menampung cadangan air dan memberikan manfaat untuk sehatan manusia.


Kelor juga mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat Kecamatan Kilo.
“Kebetulan pengusaha Teh Kelor bermerek KIDOM, MORIKAI dan SaSaMbodoM ini adalah putra asli Kilo (Nasrin H. Muhtar, red),” ungkap Iswan.


Sementara itu, Kades Kramat Usman mengaku sangat bersyukur dengan adanya budidaya kelor di desanya oleh Tri Utami Jaya tersebut.
Budidaya kelor tersebut dirasakan telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Kramat.


Sebagai bentuk apresiasinya terhadap budidaya kelor yang berimplikasi positif pada makin luasnya lapangan kerja yang terbuka, Usman mengatakan siap mendukung penuh.
Tidak tanggung-tanggung, Usman berjanji akan menyiapkan lahan 50 Ha untuk penanaman berikutnya. Atau, 25 kali lipat lebih luas dari sekarang yang hanya 2 Ha.


“Saya akan menyiapkan lahan 50 Ha untuk penanaman berikutnya,” kata Kades Kramat berkomitmen, sebagaimana dikutip Nasrin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *