Scroll to Top

Ngaku Ditipu, Muhtar Ancam Polisikan Kakak Kandung Bupati Bima

By saptoto / Published on Senin, 20 Jan 2020 05:16 AM / No Comments / 3472 views

BIMA, NTB-Muhar H Yasin alias Poe, warga desa Bolo kecamatan Madapangga ancam polisikan kakak kandung Bupati Bima. Muhtar merasa ditipu Taju sirajudin kakak kandung Bupati Bima Indah Damayanti Putri setelah dijanjikan proyek pengadaan sapi kurban sejak bulan maret 2019 lalu. 

Pengakuan Muhtar pada Media ini, saat itu dirinya diajak untuk kerja sama dalam proyek pengadaan sapi kurban senilai Rp.240 juta dari Biro Kesra Pemda Bima. Sebelum anggaran itu cair, Muhtar disarankan gunakan uang pribadi untuk pembelian sapi-sapi tersebut. 

“Setelah saya beli sapi-sapi tersebut sejumlah 21 ekor, lalu saya realisasikan untuk seluruh kecamatan. Setelah semuanya selesai saya lakukan, saya minta anggaranya dicairkan. Namun setelah saya hubungi Taju Sirajudin, saya hanya dikasih uang senilai Rp. 200 juta. Lalau sisanya dikemanakan?,” ungkap Muhtar, Senin (20/1).

Selain itu lanjut Muhtar, sebelum dirinya beli semua sapi, ia sempat diminta sejumpah uang oleh Taju Siraajudin. Nominalnya cukup fariatif. Ada kisaran Rp. 300 ribu sampai berjumlah jutaan rupiah. Ia kirim uang tersebut langsung lewat rekening pribadi Taju Sirajudin. Bahkan bukti transfer masih ia simpan hingga skarang.

“Dulu sebelum saya beli sapi-sapi itu, lebih dulu Taju Sirajudin minta fee 10 juta. Setelah saya kirim uang 10 juta, lalu saya diminta lagi sejumlah uang. Paling rendah saya kasih 300 ribu sampai berjumlah jutaan rupiah. Hingga 11 kali pengiriman. Alasanya dia tidak punya uang brlanja.  Selain dikirim lewat rekening, ada juga saya kasih langsung. Hingga jumlahnya mencapai Rp.13.600.000,” terangnya.

Muhtar juga merasa heran, setelah Taju Sirajudin minta uang receh seperti itu. Padahal menurut Muhtar, uang receh seperti itu tidak ada artinya bagi keluarga Bupati.

“Saya juga kok heran, masa sebagai keluarga orang nomor 1 di Bima ini masih saja minta uang receh seperti itu. Berarti saya bisa indikasikan memang ada niat mau nipu,” kesal Muhtar.

Selain itu, Muhtar juga pernah ketemu langsung Bupati Bima. Namun dirinya disuruh bicarakan ke Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima.

Sementara itu, Rizal Patikawat juga ikut kecewa dengan sikap Bupati Bima. Menurutnya, masalah ini bisa mempermalukan Bupati Bima sendiri. Apalagi Bupati Dinda sedang gencar melakukan komunikasi politik untuk kepentingan pilkada 2 periode. 

“Hal ini harus diproses secara hukum, ini penipuan namanya. Masa seorang Bupati tidak mampu mengamankan keluarganya sendiri. Bagaiman mungkin dia mau lanjut dua periode. Sementara keluarganya sendi tidak mampu dia amankan. Apalagi mengahadapi juataan masyarakat Bima,” tegas Rizal, Senin (20/1).

Rizal juga mengancam, dirinya akan hadang Bupati Bima jika dia turun ke Madapangga. “Besok kita akan hadang Bupati Bima jika dia datang di Madapangga,” pungkasnya.

Hingga berita ini dimuat, Taju Sirajudin belum bisa dihubungi wartawan. Bahkan nomor pribadi yang biasa dipakai Taju Sirajudin tidak aktif. (gfr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *